Indosatm2 di Ubuntu 9.10 KK
Tidak kalah seperti di SO Windows, akhirnya bisa juga melakukan koneksi ke Indosat M2 (IM2) dari desktop Ubuntu 9.10 KK sama halnya seperti dilakukan pada SO Windows.
Dengan cara memasang package “im2-1.0.0B01.deb” yang disertakan pada USB Modem IndosatM2 di Ubuntu 9.10 KK, maka dial ke IM2 bisa dilakukan seperti halnya di SO Windows.
NB. Saat menulis ini, koneksi internet memakai IM2, walaupun sinyal hanya dapat UMTS [ sedih sinyal 3.5G belum dapet .. ;-( ]
Hal lebih teknis bisa juga diperoleh dari blog the suryaden
PHP5 + OCI8 di Ubuntu 9.10 Karmic Koala
Tahapan untuk dukungan oci8 –> Oracle di PHP5 Ubuntu 9.10 Karmic Koala
root@mytrb-laptop:/usr/local/src# pecl install oci8
downloading oci8-1.3.5.tgz …
Starting to download oci8-1.3.5.tgz (137,987 bytes)
………………………..done: 137,987 bytes
10 source files, building
running: phpize
Configuring for:
PHP Api Version: 20041225
Zend Module Api No: 20060613
Zend Extension Api No: 220060519
Please provide the path to the ORACLE_HOME directory. Use ‘instantclient,/path/to/instant/client/lib’ if you’re compiling with Oracle Instant Client [autodetect] : instantclient,/opt/oracle/instantclient
…..
Build process completed successfully
Installing ‘/usr/lib/php5/20060613+lfs/oci8.so’
install ok: channel://pecl.php.net/oci8-1.3.5
configuration option “php_ini” is not set to php.ini location
You should add “extension=oci8.so” to php.ini
root@mytrb-laptop:/usr/local/src# /etc/init.d/apache2 restart

Semoga bermanfaat …
1 Click Install for Your Activities !!!
Tulisan ini sebetulnya tidak akan pernah ada jika saja semua orang telah mengerti dan mudah dalam memasang aplikasi-aplikasi di sistem operasi Linux berbasis APT.
Analogi yang harus kita pahami adalah, ketika kita memasuki suatu sistem baik itu lingkungan besar maupun kecil, misalnya lingkungan baru tempat kita bekerja, maka aturan-aturan yang berlaku disana harus dipenuhi dalam rangka mensinergikan semua kegiatan yang saling berkaitan dengan orang atau bagian lain di kantor tersebut.
Aturan yang ada harus dijalankan dengan catatan tanpa meninggalkan kreativitas “positif” yang bisa mempercepat penyelesaian pekerjaan minimal efektivitas tercapai jika masih tidak bisa mencapai efisiensi tinggi.
Itu hanya analogi yang maksud intinya adalah, jika kita terbiasa bekerja dengan sistem operasi lain yang mudah dalam melakukan segala hal dan ketika pindah ke sistem operasi Linux berbasis APT seperti Ubuntu Desktop, kita harus mencari cara agar aktivitas kita tidak terganggu gara-gara dibatasi oleh kebingungan untuk memasang aplikasi yang kita butuhkan.
Inti dari migrasi sistem operasi proprietary ke sistem operasi legal berbasis Linux yang harus kita pelajari adalah :
- Mempelajari Perintah Dasar;
- Mempelajari cara instalasi Sistem Operasi berbasis Linux;
- Mempelajari cara menyiapkan alamat-alamat yang menyediakan aplikasi / Mengubah Repositori sesuai yang diharapkan;
- Mempelajari cara instalasi aplikasi baik berbasis GUI atau Text;
- Mencari alternatif aplikasi sesuai dengan kebutuhan dan kompatibilitas aplikasi lain;
- Mempelajari prilaku aplikasi dan membiasakan untuk mempergunakannya.
Atas pengalaman di atas dimana banyak sekali yang harus kita persiapkan serta untuk mempercepat penetrasi pemakaian OSS (Open Source Software) dan aplikasinya di masyarakat, kita harus mencari alternatif yang mudah terhadap implementasi OSS dan aplikasinya di lapangan. Ada sebagian pihak yang masih berpikir bahwa cara-cara praktis seperti yang ada pada sistem operasi (SO) proprietary tidak perlu dipertimbangkan. Pemikiran tersebut tidak salah jika implementasi dari OSS dan aplikasinya untuk kebutuhan-kebutuhan di belakang end-user (Server, Router dan lainnya). Tetapi ketika kita berhadapan dengan aplikasi-aplikasi yang sering dipakai oleh end-user (aplikasi perkantoran, grafis, multimedia dan lainnya) maka harus dicarikan cara praktis bagaimana mereka bisa melakukannya sendiri sehingga terbiasa dengan segala permasalahan yang dihadapinya.
Baiklah, tulisan di atas adalah liku-liku yang sering ditemui oleh penulis ketika berhadapan dengan end-user yang terbiasa dengan SO dan aplikasi proprietary dengan segala kemudahannya. Setelah lama sekali bergelut dengan OSS dan aplikasinya, suatu saat ketika sedang browsing di internet menemukan website yang akan membuat mudah end-user dalam melakukan prosedur pemasangan aplikasi di Linux Desktop khususnya yang berbasis APT. Sesaat berpikir, ternyata orang diluar Indonesia memiliki pemikiran yang sama dengan yang saya pikirkan yaitu membuat mudah dan mengurangi prosedur panjang dalam melakukan instalasi aplikasi di Linux Desktop.
Ada 2 website yang sudah saya temui dan coba untuk memakainya yaitu www.appnr.com dan www.allmyapps.com. Website tersebut menyajikan secara ramah bagaimana melakukan instalasi aplikasi di Linux Desktop berbasis APT. Di bawah ini penulis coba untuk mengulas salah satu website tersebut yaitu www.appnr.com. Untuk website www.allmyapps.com sama caranya dengan yang akan dibahas di bawah ini.
Appnr ( http://appnr.com/ ) merupakan web-based package browser untuk memasang aplikasi-aplikasi di Ubuntu ( http://www.ubuntu.com/ ). Antar-muka berbasis web ini digunakan untuk APT system, prosesnya adalah package yang dikehendaki akan di-download setelah itu akan di-install dari Ubuntu/Third-party repositories.
BOSS-1000 di Wammu Ubuntu JJ
Karena sama-sama HP China, SPC BOSS-1000 terbaca di Wammu Ubuntu Jaunty Jackalope sebagai MTK1 juga, sama persis dengan NX-G900.
Ini tampilannya sebagai alternatif pemakaian software akses mobile phone di Ubuntu.
Fitur BOSS-1000:
-
Full qwerty key pad
-
Dual sim card with support quad frequency 850/900/1800/1900MHz
-
Use faster chipset for better performance
-
2 camera, back camera have resolution 1600×1200 and front camera have resolution 1280×960
-
TV and FM radio use internal antenna
-
Support bluetooth (include remote control function)
-
Support WIFI
-
2.2″ TFT LCD display (wide screen)
-
Have motion sensor
-
Support additional T-Flash or microSD card up to 16GB
-
Use normal 2.5 mm stereo earphone
-
Bigger internal SDRAM (128 MB memory)
-
Support USB 2.0
-
Support Moslem Prayer Alarm
-
Support WAP and GPRS class 12
-
Support EDGE
-
Support Black list feature (Phone and SMS blocking)
-
Support Java and J2ME, include Yahoo Messanger and Facebook
-
Language : English and Indonesia
-
Support Background Sound when make a call
-
Support download and install Java J2ME program
Benarkah ini yang terjadi ?
Ketika mencoba untuk melihat trafik jaringan facebook.com memakai Network Browser EtherApe di Ubuntu jaunty Jackalope, hal yang terjadi adalah seperti gambar di bawah ini :
Jika memang ini yang terjadi, maka saya akan memutuskan untuk mengurangi ber-facebook ria !!! Untung memakai koneksi internet unlimited, jika tidak, entah apa yang akan terjadi jika sering-sering membuka facebook.com.
Saya tidak akan mengambil kesimpulan, silahkan pembaca menyimpulkan sendiri dan coba menelaah untung ruginya terhadap trafik di jaringan lokal kita …
URL : http://lite.facebook.com
Bahasa : English (US)
NB. Lebih cepat tetapi hasilnya sebagai berikut :
Webcam NX-G900 di Ubuntu 9.04
Walaupun tergolong baru di dunia persilatan handphone “murah tapi meriah”, tapi fasilitas yg disediakan lumayan banyak. Ketika NX-G900 dihubungkan ke Laptop, maka akan ada 3 pilihan koneksi yg bisa kita pergunakan, yaitu Mass storage, Webcam dan port COM. Pilihan ke 1 dan 3 mungkin sudah tidak perlu dibahas lagi karena semua orang pasti sudah tau apa kegunaannya. Salah satu yg akan dibahas disini adalah pilihan ke-2, yaitu difungsikan sebagai Webcam.
Walaupun Webcam tidak aneh lagi di komunitas orang-orang yg suka chat, tetapi rasa penasaran ini tetap menghinggapi untuk mencobanya. Di laptop sudah ada Camera Crystal Eye bawaan Acer Aspire 2920, dengan kualitas yg bagus walau dijalankan pada saat malam hari, baik itu di OS Windows Vista maupun di Ubuntu 9.04.
Dengan berbekal rasa penasaran maka saya coba koneksikan NX-G900 dengan option Webcam melalui kabel data USB.
Langkah pertama adalah tentu saja memeriksa apakah NX-G900 ini terdeteksi dengan baik oleh MyUbuntu 9.04 atau tidak, cara yg paling mudah adalah dengan membuka terminal lalu menjalankan perintah lsusb, dan hasilnya seperti terlihat dibawah ini :
NX-G900 lebih akrab dengan Wammu – Ubuntu 9.04
Ketika orang rame-rame untuk mencoba rasanya Nexian Berry (orang menyebut begitu untuk NX-G900), eh ternyata saya juga jadi korban iklan. Gara-garanya digembor-gemborkan fasilitas yg sering saya pergunakan, yaitu chat, facebook, email dan browsing sehingga menjadi tertarik untuk mencoba.
Fasilitas lain adalah Dual GSM 900/1800MHz, dimana ponsel ini sudah dibundling dengan nomor XL (walaupun gak dapet nomor cantik, tapi lumayan kebagian memory yg 2GB) yg rencananya hanya akan dipergunakan untuk pemakaian aplikasi internet dan 1 nomor GSM lagi, sudah tentu untuk nomor lama yg dipergunakan untuk komunikasi dengan teman dan keluarga.
Setelah buka Box Nexian G900 ini, coba eksplorasi CD yg ada didalamnya, ternyata isinya hanya driver untuk dukungan koneksi ke PC / Laptop dan Nexian Suite (maaf hanya nama yg diberikan sendiri biar gak ngiri ke Nokia Suite
) yang tidak perlu diinstall, cukup copy-paste di drive yg dikehendaki dan jalankan programnya (lumayan bagus juga).
Pekerjaan pertama tentu saja harus memindahkan phonebook, photo, lagu yg seabreg dari handphone lama MyE63 (padahal baru 2 bulan pakai, tapi gpp yg pakai sekarang MyWife), ini dikerjakan di Windows Vista, karena sekalian mencoba kemampuan aplikasi bawaannya, ternyata lumayan cepat dan mudah, tinggal copy-paste.
Beralih ke MyUbuntu 9.04 yg biasa dipakai sehari-hari, penasaran juga dengan Wammu yg selalu gagal mengkoneksikan MyE63, akhirnya lewat koneksi bluetooth dari laptop ke NX-G900 memakai fasilitas Phone wizard Wammu, sungguh kaget…, dengan mudah terkoneksi dan terbaca semuanya, baik yg tersimpan di SIM maupun di memory phone, jadi semangat lagi neh…


















