Hari-hari yang melelahkan karena sempat menyita pikiran dan pertimbangan pelaksanaan Kurikulum 2013 atau KTSP 2013. Kenapa saya masih memakai istilah KTSP? Bukankah KTSP hanya sampai KTSP 2006?

Mari kita lihat sebentar apa yang ada dan tertera pada Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia (Permendikbud RI) No. 81A Tahun 2013 yang ditetapkan pada tanggal 27 Juni 2013 di Jakarta beserta lampirannya, karena permendikbud adalah salah satu permen yang tentunya harus “dibaca, ditelaah dan dipahami kemudian dilaksanakan“.

Kenapa harus pakai tanda kutip dan ditebalkan? Agar ada perhatian khusus pada kata-kata tersebut.

Kita mulai dengan Permendikbud RI No 70 Tahun 2013 tentang Kerangka Dasar Dan Struktur Kurikulum Sekolah Menengah Kejuruan/Madrasah Aliyah Kejuruan dan implementasinya masih hangat dan menuai protes disana-sini karena berbagai alasan dan argumen yang saling mengaku benar dan patut didengarkan.

Pada Lampiran Permendikbud RI No 70 Tahun 2013 sub bagian 2 tentang Struktur Kurikulum SMK/MAK halaman 13 dijelaskan bahwa ada 9 Bidang Keahlian pada SMK/MAK dan pada Lampiran Keputusan Dirjen Dikmen No. 7013/D/KP/2013 tentang Spektrum Keahlian Pendidikan Menengah Kejuruan tertanggal 4 Desember 2013 dituliskan bahwa ada 9 Bidang Keahlian, 46 Program Keahlian dan 128 Paket Keahlian, pada paragraf ke 4 tertulis:
“Pemilihan Peminatan Bidang Keahlian dan Program Keahlian dilakukan saat peserta didik mendaftar pada SMK/MAK. Pilihan pendalaman peminatan keahlian dalam bentuk pilihan Paket Keahlian dilakukan pada semester 3, berdasarkan nilai rapor dan/atau rekomendasi guru BK di SMK/MAK dan/atau hasil tes penempatan (placement test) oleh psikolog.”

Apa yang terjadi di lapangan aka satuan pendidikan dalam pelaksanaan PPDB (Penerimaan Peserta Didik Baru)? Sebagian besar kalau tidak bisa disebutkan seluruhnya, masih melaksanakan pola PPDB dengan cara memilih Kompetensi Keahlian atau istilah saat ini Paket Keahlian.

Permendikbud RI No 70 Tahun 2013 turun sebelum pelaksanaan PPDB dimulai dan seharusnya sudah sampai, dibaca, dipahami dan dilaksanakan pada PPDB 2014, tetapi kenyataan lain, apakah karena tidak sampai, tidak terbaca, tidak terpahami sehingga tidak terlaksana sesuai aturan yang berlaku? Siapa yang bisa menjawab ini? Terus terang saya tidak tahu jawabannya karena tidak melakukan wawancara dan mencari informasi tentang Permendikbud RI No 70 Tahun 2013, walau saudah ditulis pada blog saya sendiri dan disampaikan pada sebagian yang diperkirakan bisa paham dan mau mengingatkan, tapi keinginan hanya tinggal keinginan.

Kesimpulannya adalah mungkin ada mis informasi, tdk ada monev atau “kumaha urang we” nu penting mah “asal dilaksanakeun”, gugur kewajiban.
Kembali pada pokok bahasan di atas, kenapa saya sebut KTSP 2013? Ada beberapa alasan mendasar yang normatif mengacu pada Permendikbud RI No 81A Tahun 2013 dan lampirannya, diantaranya adalah:

    Pada Lampiran Permendikbud RI No 81A Tahun 2013 secara jelas tertulis dalam huruf kapital “PEDOMAN PENYUSUNAN DAN PENGELOLAAN KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN” –> KTSP
    Pada Lampiran Permendikbud RI No 81A Tahun 2013 halaman 2 tertulis secara jelas “Kurikulum operasional yang dikembangkan dan dilaksanakan oleh satuan pendidikan diwujudkan dalam bentuk Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP).” –> KTSP
    Pada Lampiran Permendikbud RI No 81A Tahun 2013 bagian III tentang Pengguna Pedoman, bagian V Komponen Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan dan dibawahnya jelas disebutkan tentang KTSP.

Sehingga saya menyimpulkan bahwa Kurikulum 2013 adalah KTSP 2013 sama judulnya dengan KTSP 2006. Silahkan cek dokumen-dokumen terkait yang disebutkan di atas. Jadi jelas “kumaha urang we” dan “asal dilaksanakeun” sudah tidak tepat jika mengacu kepada dokumen-dokumen di atas. Pihak terkait yang berhubungan dengan Satuan Pendidikan seharusnya lebih paham tentang hal ini sehingga Satuan Pendidikan memperoleh kejelasan dari para “ulama pendidikan” yang notabene dianggap lebih tahu banyak dan lebih paham.

Sedikit melanjutkan “kumaha urang we” dan “asal dilaksanakeun” yang berkaitan dengan implementasi Struktur Kurikulum 2013 atau KTSP 2013 dan pelaksanaan pada bagian-bagian dalamnya sudah tidak tepat kalau masih mengikuti pola lama.

Pola lama yang berkaitan dengan implementasi Kurikulum 2013 atau KTSP 2013 adalah pembelajaran, teknis PKL/PKI/Magang dan lainnya harus sudah diubah tidak bisa terus-menerus menganut “kumaha urang we” dan “asal dilaksanakeun” karena akan berakibat banyak terhadap kompetensi siswa dan capaian target Kurikulum 2013 atau KTSP 2013 di SMK.