Pengemis dan Kewajiban Kita

Tinggalkan komentar


Surah Al-Baqara, Verse 177:
لَّيْسَ الْبِرَّ أَن تُوَلُّوا وُجُوهَكُمْ قِبَلَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ وَلَٰكِنَّ الْبِرَّ مَنْ آمَنَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ وَالْمَلَائِكَةِ وَالْكِتَابِ وَالنَّبِيِّينَ وَآتَى الْمَالَ عَلَىٰ حُبِّهِ ذَوِي الْقُرْبَىٰ وَالْيَتَامَىٰ وَالْمَسَاكِينَ وَابْنَ السَّبِيلِ وَالسَّائِلِينَ وَفِي الرِّقَابِ وَأَقَامَ الصَّلَاةَ وَآتَى الزَّكَاةَ وَالْمُوفُونَ بِعَهْدِهِمْ إِذَا عَاهَدُوا وَالصَّابِرِينَ فِي الْبَأْسَاءِ وَالضَّرَّاءِ وَحِينَ الْبَأْسِ أُولَٰئِكَ الَّذِينَ صَدَقُوا وَأُولَٰئِكَ هُمُ الْمُتَّقُونَ

Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat itu suatu kebajikan, akan tetapi sesungguhnya kebajikan itu ialah beriman kepada Allah, hari kemudian, malaikat-malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabatnya, anak-anak yatim, orang-orang miskin, musafir (yang memerlukan pertolongan) dan orang-orang yang meminta-minta; dan (memerdekakan) hamba sahaya, mendirikan shalat, dan menunaikan zakat; dan orang-orang yang menepati janjinya apabila ia berjanji, dan orang-orang yang sabar dalam kesempitan, penderitaan dan dalam peperangan. Mereka itulah orang-orang yang benar (imannya); dan mereka itulah orang-orang yang bertakwa.

Yang perlu disikapi adalah bisa melihat pengemis atau orang yang meminta-minta seperti apa yang harus kita bantu.

Menikmati Tantangan

Tinggalkan komentar


2015, di penghujung tahun… tepatnya mulai bulan Nopember 2015, tantangan demi tantangan datang dan pergi diselesaikan silih berganti…
Menikmati tantangan untuk menjaga logika tetap jalan dan melatih otak untuk selalu berpikir…
Tantangan pekerjaan, keluarga, personil, pertemanan datang dan pergi silih berganti tapi menikmati agar bisa mencapai tujuan…

Lagi

Vivaldi: newcomer for WhatsApp Web

Tinggalkan komentar


Cerita dari Pengembang:

vivaldi browser

Our Story

In 1994, two programmers started working on a web browser. Our idea was to make a really fast browser, capable of running on limited hardware, keeping in mind that users are individuals with their own requirements and wishes. Opera was born. Our little piece of software gained traction, our group grew and a community was created. We stayed close to our users and to our roots. We kept improving our software, based on our users feedback, as well as our own ideas on how to make a great browser. We innovated and we strove for excellence.

Fast forward to 2015, the browser we once loved has changed its direction. Sadly, it is no longer serving its community of users and contributors who helped build the browser in the first place.

Lagi

WhatsApp Web Based… Exceptional!

Tinggalkan komentar


Dengan munculnya Android di Smartphone, kita semakin dimanjakan dengan berbagai kemudahan utamanya dalam komunikasi. Kemudahan saat bekerja memakai laptop/pc dan bisa berkomunikasi memakai aplikasi yang sedang naik daun saat ini tetap bisa kita lakukan… salah satunya dengan WhatsApp Web Based, sehingga kita tidak perlu buka smartphone, apalagi jika smartphone sedang di charge… 😉

Visual aja deh… cerita panjang2 nanti jadi males lagi… PASTIKAN BROWSER YANG DIPAKAI “GOOGLE CHROME”, saya pakai Google Chrome versi linux debian di LinuxMint 17.

Langkah Pertama, pastikan jika WA sudah versi terbaru dan di Menu terdapat “WhatsApp Web”, jika sudah ada dengan mudah tinggal melakukan login ke URL “https://web.whatsapp.com” kemudian scan QR Code yang ditampilkan… belum ada “WhatsApp Web” di Menu… ikuti langkah di bawah…

WhatsApp Web

Lagi

Berkurang Tetapi Bertambah… Oops!

Tinggalkan komentar


Empat bulan tanpa nge-blog… bukan tanpa pengalaman yang pastinya, tetapi karena banyaknya kegiatan dan pengalaman baru sehingga tidak menyempatkan diri lagi untuk corat-coret di SAH.
BTB … “Berkurang Tetapi Bertambah” bingung dengan judulnya tetapi begitulah kenyataan yang dialami. Berawal dari kegiatan baru “ACP TKJ SMKN 1 KARAWANG” sebuah kelas khusus yang diselenggarakan satuan pendidikan bekerja sama dengan industri dalam hal ini Axioo untuk memberikan warna baru pengetahuan, keterampilan dan wawasan kepada siswanya.
Kelas 10, masih belum matang dan tidak bisa diajak berlari untuk impelemtasi teknologi baru yang mereka temui. Sebuah kewajaran karena mereka baru melepas masa belajar yang sedikit menggantungkan keterampilan pribadi ke arah pemenuhan keterampilan mandiri. Jika tanpa bermain “logika” rasanya hal yang mustahil memaksakan sebuah keterampilan yang membutuhkan kedewasaan berpikir dan bersikap kepada siswa yang baru lepas dari sekolah menengah pertama, tetapi kenyataan berkata lain. Kesabaran dan keinginan untuk memiliki keterampilan lebih menjadi pemicu agar “logika” cepat dimainkan sehingga masalah menjadi ada solusinya.
Intronya kepanjangan ah…
NAP … Notebook Assembly Program, sebuah program perakitan notebook yang diprakarsai oleh Axioo cq. MitraAbadi dan Rekan untuk siswa SMK khususnya saat ini pada Paket Keahlian TKJ.
Mahal menjadi Masalah… Murah harus jadi Solusi… sehingga awal dari NAP diambil paket yang murah harganya tetapi tetap harus kaya pengetahuan, keterampilan dan wawasan.
Berawal dari Mahal menjadi Masalah… Murah harus jadi Solusi… sehingga timbul judul  Berkurang Tetapi Bertambah… Oops makin bingung. 😉
Dengan semakin berkembangnya teknologi dan pemakaian USB, maka sebagian fasilitas yang dulu menjadi wajib ada harus tergantikan…
Berangkat dari hal itu, saat ini ditemui notebook tanpa port VGA dan RJ-45 yang biasanya wajib ada menjadi hilang tetapi solusinya tetap ada dan menjadi tantangan tersendiri untuk memenuhinya…

Lagi

Pola Pikir “kumaha” dan “asal” Sudah Tidak Tepat

Tinggalkan komentar


Hari-hari yang melelahkan karena sempat menyita pikiran dan pertimbangan pelaksanaan Kurikulum 2013 atau KTSP 2013. Kenapa saya masih memakai istilah KTSP? Bukankah KTSP hanya sampai KTSP 2006?

Mari kita lihat sebentar apa yang ada dan tertera pada Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia (Permendikbud RI) No. 81A Tahun 2013 yang ditetapkan pada tanggal 27 Juni 2013 di Jakarta beserta lampirannya, karena permendikbud adalah salah satu permen yang tentunya harus “dibaca, ditelaah dan dipahami kemudian dilaksanakan“.

Kenapa harus pakai tanda kutip dan ditebalkan? Agar ada perhatian khusus pada kata-kata tersebut.
Lagi

SMK TKJ: Sebuah Fenomena Baru

Tinggalkan komentar


Report baru SMK Kompetensi Keahlian Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ) berdasarkan Data Pokok SMK yang dirilis oleh Direktorat PSMK per tanggal 29-1-2014 adalah sebagai berikut:
SMK aktif terdata = 11.727 sekolah
SMK Negeri = 3.034 sekolah
SMK Swasta = 8.693 sekolah

% perolehan data = 91 dengan koordinat terdata = 33% dan website terdata = 58%.

Dari data di atas, SMK yang membuka Kompetensi Keahlian TKJ berjumlah 3.886 sekolah. Jumlah tersebut meningkat dari tahun sebelumnya yang berjumlah 3.570 sekolah pada tahun 2012 dan terus meningkat pada tahun 2013 sejumlah 3.610 sekolah.
% peningkatan data dari tahun 2013 ke 2014 adalah sebesar 7.10% atau bertambah sebanyak 276 smk yang membuka KK TKJ.
Apabila kembali pada tahun 2012 yang berjumlah 3.570 smk, maka % peningkatannya sebesar 8.13% atau bertambah 316 smk yang membuka KK TKJ.
Peningkatan dari tahun 2012 ke tahun 2013, jumlah SMK yang membuka KK TKJ lebih sedikit dibandingkan dari tahun 2013 ke 2014.

Lagi

Older Entries